Our Programs
Program Sending : : Program Hosting : : Aceh Education Program


Program-program Sending (Pengiriman Siswa Indonesia)

Bina Antarbudaya memberikan kesempatan bagi para siswa Indonesia untuk dapat tinggal dan belajar baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek diberbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Italia, Jepang, Jerman, Norwegia, Prancis dan Swiss. 


1. AFS Year Program

Program AFS sudah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1956. Hingga saat ini AFS telah mempertukarkan lebih dari 220.000 peserta program dari 54 negara di dunia. Program Pertukaran pelajar AFS ini dilakukan dalam rangka menciptakan saling pengertian dan persahabatan agar terwujud perdamaian dunia.

Program ini memberikan kesempatan bagi para pesertanya untuk belajar tentang hidup dan diri sendiri. Pengalaman yang didapat selama program akan memperkuat kemampuan berbahasa, pengembangan karakter pribadi, dan ketrampilan kepemimpinan.

Bina Antarbudaya selalu mengirimkan siswa-siswi terpilih dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pertukaran antarbudaya ke manca negara. Sudah lebih dari 2000 siswa Indonesia yang dikirimkan melalui program AFS.

Periode pendaftaran : April-Mei
Periode program :
Maret* - Feb** : untuk negara tujuan Jepang
Agustus* - Juni** : untuk negara tujuan Amerika Serikat,Belanda, Belgia, Italia, Jerman, Norwegia Prancis dan Swiss

Apa saja persyaratannya?


2. YES (Youth Exchange and Study)***

Youth Exchange and Study (YES) Program adalah program beasiswa penuh yang diberikan oleh masyarakat Amerika melalui AFS USA, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman antara masyarakat Amerika Serikat dengan masyarakat negara-negara bermayoritas muslim. Pelajar dari Mesir, Indonesia, Malaysia, Filipina, Turki, India, Saudi Arabia, Ghana dan Thailand akan tinggal dengan keluarga, bersekolah dan mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah maupun masyarakat di Amerika.

Program YES ini lebih menekankan pada pengembangan ketrampilan kepemimpinan peserta. Siswa diharapkan dapat menjadi duta bangsa yang menjembatani masyarakat Amerika untuk lebih mengenal Indonesia juga sebaliknya sehingga timbul persahabatan dan saling pengertian diantara dua bangsa, ini merupakan modal dasar dalam upaya mewujudkan dunia yang lebih damai bagi semua

Program YES di Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2003 dan saat ini sudah ada sekitar 300 alumni baik dari sekolah umum maupun pesantren. Menariknya, program YES juga memberikan kesempatan bagi siswa yang memiliki keterbatasan/cacat untuk mengikuti program.

Periode pendaftaran : April-Mei
Periode program : Agustus* - Juni**

Apa saja persyaratannya?


3. Short Program (MEXT, ASEAN)***

The Japan – East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) adalah program persahabatan Jepang dengan negara-negara di kawasan Asia Timur yang bertujuan menciptakan dan memperdalam rasa saling pengertian diantara para remaja yang merupakan generasi penerus yang akan berperan penting di masa yang akan datang.

Setiap tahunnya Pemerintah Jepang mengundang para pemuda dari negara-negara ASEAN (Brunei Darussalam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipines, Singapore, Thailand, Vietnam), Australia, Cina, India, Selandia Baru dan Korea untuk mengunjungi tempat dan kota yang terkait dengan sistem politik, ekonomi, sosial dan budaya Jepang.

Program Jenesys ini terdiri atas dua jenis yaitu Program Jenesys Jangka Pendek (dua minggu) yang diberangkatkan pada bulan Desember dan Jenesys Year Program (sebelas bulan) diberangkatkan pada bulan Maret.
Program Jenesys jangka pendek juga memberikan kesempatan kepada guru atau kepala sekolah SMA / sederajat untuk berangkat bersama-sama para pelajar ke Jepang. Kesempatan yang sangat baik bagi para pendidik Indonesia untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Jepang dan belajar dari komunitas pendidikan di Jepang.

Periode pendaftaran : April-Mei
Periode program : Desember (short Program) atau Maret* - Februari** (Year Program)

Apa saja persyaratannya?

Catatan:

* Tahun berikutnya
** Setahun kemudian
*** Dapat diubah sewaktu-waktu



Program-program Hosting (Penerimaan Siswa Asing)

“I would like to know more about the real life behind the nice beaches Indonesia's islands have. Get to know the history of the country, the people, the language spoken, the cuisines and the religions. So many questions were there, when I left rainy Belgium on August 1997. Questions which slowly found and answered during my stay until May 1998. Those answers have helped me to build up my mind about so many things.

Indonesia also fulfilled all my expectations that I had concerning about Islam. As it is the biggest Muslim nation in the world, it was impossible to hide from it. I completed the Ramadhan and attend other Islamic festivities. Honestly I must say that those experiences had made it easier for me to understand the religion, especially after 9/11 when all Muslim were considered as fanatics and terrorist”. (Bram Tuytens, student from Belgium 1997-1998)

1. AFS Year Program

Program yang berjangka waktu kurang lebih sebelas bulan ini, memberikan kesempatan bagi siswa asing untuk tinggal di keluarga angkat. Selain bersekolah di SMA setempat, mereka diharapkan dapat belajar mengenai kebudayaan setempat, adat istiadat dan bersosialisasi dengan lingkungannya.

Periode program : Agustus* - Juni**


2. ASIA 2000

Program ini bekerjasama dengan AFS New Zealand dengan mengirimkan gurunya untuk tinggal dengan keluarga angkat dan melakukan observasi dan presentasi di sekolah-sekolah dalam kurun waktu 2-3 minggu.

Periode program : September


3. Teacher Linkages Program (TLP)

TLP merupakan sinergi antara Kenan Institute of Private Enterprise (KIPE) dan Yayasan Bina Antarbudaya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui keterlibatan masyarakat. Dengan prinsip kolaboratif, sinergii dan kegiatan kolektif di masyarakat, TLP mendorong berbagai pihak berperan aktif dalam Komunitas Peduli Pendidikan berbasis sekolah.

Siapa saja yang ada dalam program ini ?
Kepala Sekolah dan Guru dari Resource School (Sekolah Rujukan), Kepala Sekolah dan Guru dari Twinning School (Sekolah Kembar), Penilik Sekolah, Dewan Sekolah, Orang Tua Murid (POMG), Relawan Korporasi, Relawan LSM dan Relawan Individu.


4. Visiting Teacher Program (VTP)

VTP di waktu yang lalu merupakan sinergi antara Yayasan Bina Antarbudaya (YBA), Deutsche Internationale Schule (DIS) dan Kedutaan Besar Jerman.

Visiting Teachers Program (VTP) memberikan kesempatan kepada guru untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman baru tentang proses belajar-mengajar yang berbeda dengan yang biasa diterapkan selama ini. Cara-cara baru ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi guru maupun siswa dan mengembangkan partisipasi aktif dalam proses belajar-mengajar.

Selanjutnya program ini diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahunnya dan bekerjasama dengan sekolah-sekolah internasional lainnya.


5. Domestic Hosting Program

Sesuai dengan usulan hasil Mukernas Bina Antarbudaya tahun 2003, Domestic Hosting Program (program pertukaran antardaerah di Indonesia) bertujuan meningkatkan persahabatan antardaerah untuk memperkecil jurang perpecahan di Indonesia menuju terciptanya dunia yang lebih damai dan adil bagi semua.

Sebagai pilot program, akan dipilih 10 siswa SMA asal Aceh dan Sumut yang terkena dampak tsunami tetapi berprestasi, memiliki potensi kepemimpinan dan tentunya lulus seleksi yang diadakan oleh Bina Antarbudaya, untuk dikirimkan ke beberapa daerah di Indonesia, tinggal dengan keluarga angkat dan melanjutkan sekolah di SMA setempat.

Pilot program : (dimulai) July 2006


ACEH EDUCATION PROGRAM

“It felt like as if I was facing the end of the world. Everything was gone in seconds ...”
Ms. Ramlah A.Nawi, Aceh Tsunami Survivor

“Things feel like slipping through our helpless fingers”
Taufiq Ismail, Indonesian Poet

“Tsunami costs Aceh a generation and US$ 4,4 billion”
The Guardian UK, January 22, 2005

“Humanity is always stronger than any disaster if we all participate as part of the solution”
Asmir A. Agoes, Bina Antarbudaya, Trustee

The Tsunami that hit Asia in December 26, 2004 has left Aceh with more than 200.000 casualties, hundreds of thousand wounded, millions of homeless people who are now staying in refugee tents and local family houses. Four out of five Tsunami victims need psychological help. The Tsunami has lead to changes such as city maps, places where people live and how people think. It also awakened the whole nation and the world. This is one of the times when we need to ask ourselves who we really are and what we could do.

Bina Antarbudaya has come up with two programs that are expected to fundamentally and positively help rebuilding Aceh through the development of Aceh people :

The Domestic Hosting Program

The “Sekolah Tenda” (School in Tents)

 

DOMESTIC HOSTING PROGRAM
Education Rescue with Long Term Impact

Traditionally, Bina Antarbudaya main program has been exchanging Indonesian high school students with those in foreign countries in order to promote intercultural understanding and world peace. The exchanges take the form of sending and hosting programs. The students would stay with host families and go to host schools and actually live people to people experience. Through its 50 years of exchange programs, Bina Antarbudaya has been enjoying good relationship with Indonesian Department of Education and has strong community base through its 15 chapters all over Indonesia.

Bina Antarbudaya also has strong selection process aimed at identifying and supporting Indonesia future leaders. An ideal future leader is defined as one that has good personal qualities, has visions, result oriented, has social empathy, nationality and international out look. To respond to Aceh education problem Bina Antarbudaya has a plan to select potential Aceh high school students into a Domestic Hosting Program. These selected students will stay for their senior year with host families and will be helped into the universities for their future development as Aceh potential future leaders.


SEKOLAH TENDA
An Aceh People Empowerment

The December 26, 2004 earth quake and Tsunami has brought such severe damage to Aceh but along with it also a lot of opportunities that were never before possible for Aceh. One thing however, remain the same; whatever changes Aceh will experience it wil come through people. Education will have unquestionable importance and urgency. With this in mind Bina Antarbudaya has come up with the idea of SEKOLAH TENDA or School in Tents.

Sekolah Tenda is often mentioned by others as an emergency of damaged school buildings but Bina Antarbudaya starts the education in tents with a vision of the awakening and reinvention of Aceh through the improvement of Aceh people. This calls for a clear definiton and building an ideal human being and leader.

To narrow down its scope, Bina Antarbudaya is focusing its efforts to basic education and high school that include Kindergartens, Elementary Schools, Junior and Senior High Schools where ideal Indonesians are developed. It involves the development with strong spiritual base, personal identity, value and belief system, competence to create environmental changes that are condusive to staying peace and growing quality of life. The school will follow the normal education track but with vocational enrichments that will open the options to enter the wotkforce for the graduating students.

The school will come in three stages, first in tents, second in temporary and finally the full permanent scale. At the first stage, the school in tents is built following the need and location of new school mapping. It is planned to develop approaching its ideal envisioned form that includes integrated dorms, clinics, libraries, labs, sport and vocational enrichment facilities. At all time it will keep on addressing local concerns which involve intricate local and antional environment.

The name of “Sekolah Tenda” will remain in use even after the schools have turned into schools with permanent multi stories buildings. It will become the symbol of the awakening of people and humanity. Bina Antarbudaya is grateful to be part of this and heartily invite everybody in Indonesia and the world that have similar ideal and spirit to join.

Bina Antarbudaya is very fortunate for having humanitarian friends throughout the world. With the most sincere of intention we invite our AFS friends and philanthropists throughout the world to participate and support this blessed humanity efforts.

We humbly open the door to channel help. If you wish to participate plese channel your support to :

Yayasan Bina Antarbudaya
Citibank, Landmark Building
Jl. Jend. Sudirman
Jakarta - Indonesia

US$ Account : 8006268216
IDR (Rp) Account : 8006268190

SWIFT CODE : CITIIDJX
DDA No. : 10995291

We would highly appreciate your help in disseminating this information to any interested party.
God bless you with all your help and rest assured that your contribution will make tremendous impact for them.

 



> Cetak Halaman ini <
> Kembali Keatas <